NAMA: HABIBI IBNU HARIS
NIM: 240907501007
INFLASI DAN DEFLASI
PENDAHULUAN
Inflasi dan deflasi adalah dua fenomena ekonomi yang saling berkaitan dan memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian suatu negara. Inflasi merujuk pada kenaikan harga barang dan jasa secara umum, yang mengakibatkan penurunan nilai mata uang. Hal ini sering dipicu oleh peningkatan jumlah uang beredar dan permintaan yang melebihi pasokan. Sebaliknya, deflasi terjadi ketika harga barang dan jasa menurun, meningkatkan nilai mata uang, biasanya akibat berkurangnya permintaan atau uang yang beredar. Memahami kedua konsep ini penting untuk mengelola stabilitas ekonomi dan merencanakan kebijakan yang efektif. Berikut penjelasan tentang inflasi dan deflasi;
PEMBAHASAN
Pengertian Inflasi Dan Deflasi
1. Inflasi
Inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus, kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya.Inflasi berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain: konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.Selain itu, ketidakstabilan ekonomi dan tingkat penjualan juga menimbulkan inflasi. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu.
Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-mempengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadang kala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.
2. Deflasi
Sedangkan, deflasi merupakan kebalikan dari inflasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, pengertian deflasi adalah penambahan nilai mata uang, antara lain dengan pengurangan jumlah uang kertas yang beredar dengan tujuan mengembalikan daya beli yang yang nilainya turun. Deflasi merupakan fenomena penurunan harga yang ada di dalam suatu wilayah. Deflasi terjadi karena kekurangan jumlah uang beredar yang menyebabkan daya beli masyarakat menjadi turun.
Hal Ini berarti daya beli uang meningkat, karena dengan jumlah uang yang sama, konsumen dapat membeli lebih banyak barang dan jasa. Meskipun sekilas terlihat menguntungkan bagi konsumen, deflasi sebenarnya dapat menimbulkan berbagai masalah ekonomi yang serius. Deflasi sering diukur dengan indeks harga konsumen (IHK) atau indeks harga produsen (IHP). Ketika indeks ini menunjukkan penurunan yang konsisten, maka dapat dikatakan bahwa ekonomi sedang mengalami deflasi. Fenomena ini biasanya terjadi ketika ada penurunan permintaan agregat atau peningkatan pasokan barang dan jasa yang tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan.
Penyebab Inflasi Dan Deflasi
1. Inflasi
Secara umum, inflasi disebabkan oleh kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK). Tidak hanya itu, inflasi juga dipengaruhi oleh harga bahan pokok naik. Adanya tarikan permintaan (kelebihan likuiditas/uang/alat tukar), serta desakan (tekanan) produksi atau distribusi (kurangnya produksi (product or service) dan/atau juga termasuk kurangnya distribusi) juga penyebab terjadinya inflasi. Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan moneter (Bank Sentral), sedangkan untuk sebab kedua lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini dipegang oleh Pemerintah seperti fiskal (perpajakan/pungutan/insentif/disinsentif), kebijakan pembangunan infrastruktur, regulasi, dll.
2. Deflasi
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya deflasi, di antaranya yaitu :
- Menurunnya jumlah peredaran atau persediaan uang di masyarakat. Menurunnya jumlah persediaan uang di masyarakat ini cenderung disebabkan karena sebagian besar masyarakat menyimpan uangnya di bank.
- Meningkatnya permintaan suatu barang. Apabila permintaan suatu barang meningkat, produsen cenderung terus meningkatkan produksinya pada saat kondisi seperti itu.
- Permintaan akan suatu barang menurun sedangkan produksi tetap dilakukan, sehingga menyebabkan penurunan harga barang tersebut dan menurunnya pengeluaran.
Dampak Inflasi Dan Deflasi
1. Inflasi
Dampak inflasi terhadap perekonomian dapat mencakup beberapa hal, seperti yang dijelaskan dalam sumber-sumber berikut:
- Menurunkan kesejahteraan masyarakat: Inflasi dapat menyebabkan nilai uang menurun, sehingga daya beli masyarakat menjadi lebih rendah. Hal ini dapat mengurangi kesejahteraan masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan rendah.
- Memburuknya distribusi pendapatan:Inflasi dapat mempengaruhi distribusi pendapatan dalam perekonomian. Kenaikan harga-harga barang dan jasa dapat menyebabkan masyarakat dengan penghasilan rendah semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
- Meningkatnya suku bunga: Inflasi dapat menyebabkan meningkatnya suku bunga. Bank sentral mungkin akan menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi dapat membuat pinjaman lebih mahal, yang dapat mempengaruhi investasi dan pengeluaran konsumen.
- Mendorong investasi spekulatif: Dampak inflasi dapat mendorong investasi spekulatif. Investasi spekulatif adalah investasi yang dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan yang besar dalam waktu singkat. Investasi spekulatif dapat memperburuk kondisi perekonomian suatu negara.
- Menurunnya minat menabung: Inflasi dapat mengurangi minat masyarakat untuk menabung. Ketika harga-harga barang dan jasa terus naik, nilai uang yang disimpan dalam bentuk tabungan akan tergerus. Hal ini dapat mengurangi keinginan masyarakat untuk menabung dan berdampak pada sumber pendanaan bagi sektor-sektor ekonomi.
2. Deflasi
- Meskipun deflasi tampaknya membantu dalam penurunan harga barang dan jasa, tapi hal itu justru berdampak negatif pada perekonomian.
- Banyaknya pengangguran. Ketika harga barang dan jasa mengalami penurunan, maka keuntungan perusahaan juga akan mengalami penurunan. Sehingga mau tidak mau sebagian perusahaan mungkin akan memotong biaya pengeluaran dengan cara memberhentikan para pekerjanya.
- Terjadinya spiral deflasi, merupakan efek domino yang disebabkan oleh setiap deflasi yang tumpang tindih. Penurunan harga dapat mengakibatkan produksi menurun. Produksi yang mengalami penurunan tersebut dapat menyebabkan gaji yang lebih rendah. Gaji yang lebih rendah dapat menyebabkan penurunan permintaan, yang akan berimbas penurunan harga. Kemudian putaran umpan balik negatif ini terus berlanjut dan dapat memperburuk situasi ekonomi.
- Penurunan kesediaan uang.
- Memperlambat aktivitas ekonomi.
- Dampak susulan dari melesunya kegiatan ekonomi.
Cara Mengatasi Inflasi Dan Deflasi
1. Inflasi
Kebijakan Moneter: Kebijakan moneter adalah segala kebijakan pemerintah di bidang moneter (keuangan) yang dilakukan melalui Bank Indonesia (bank sentral) tujuannya menjaga kestabilan moneter agar kesejahteraan rakyat meningkat.
- Kebijakan Fiskal: Kebijakan ini dilakukan oleh pemerintah sejalan dengan kebijakan moneter, ada 3 (tiga) cara yang dilakukan dalam kebijakan fiskal, yaitu sebagai berikut:
- Mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah
- Menaikkan tarif pajak
- Mengadakan pinjaman pemerintah
- Kebijakan Nonmoneter (Kebijakan Rill): Kebijakan ini bisa ditempuh dengan cara berikut:
- Menaikkan hasil produk antar tingkat konsumsi bertambah, sehingga akan menambah uang beredar
- Kebijakan upah yang disepakati dengan serikat-serikat buruh agar tidak terjadi banyak tuntutan selama inflasi
- Pengawasan dan penetapan harga karena pengawasan yang tidak intensif dapat menimbulkan pasar gelap (black market)
2. Deflasi
Ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasi dampak deflasi terhadap perekonomian.
- dari sisi kebijakan moneter, menurunkan suku bunga untuk mendorong pinjaman dan investasi. Dengan menurunkan suku bunga, biaya pinjaman menjadi lebih rendah, sehingga mendorong konsumen dan perusahaan untuk berinvestasi dan berbelanja lebih banyak. Hal ini akan membantu meningkatkan permintaan barang dan jasa yang menurun selama deflasi.
- dari sisi kebijakan fiskal, meningkatkan belanja publik untuk menstimulasi perekonomian. Pemerintah dapat meningkatkan belanja pada proyek-proyek infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong aktivitas ekonomi. Hal ini juga akan membantu meningkatkan permintaan agregat pasar.
- memberikan bantuan sosial kepada masyarakat berpenghasilan rendah sehingga dapat membantu meningkatkan daya beli dan mengurangi tekanan deflasi.
- memberikan subsidi kepada sektor-sektor yang paling terdampak deflasi. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kelangsungan operasional dan pekerjaan di beberapa sektor seperti manufaktur, perhotelan dan pariwisata, ritel, energi. serta konstruksi.
- menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui berbagai insentif, seperti pengurangan birokrasi dan pemberian insentif pajak bagi investor. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan yang menarik bagi investor asing untuk berinvestasi sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Contoh Inflasi Dan Deflasi
1. Inflasi
kenaikan harga BBM yang mengakibatkan biaya produksi naik dan berdampak pada kenaikan barang dan jasa yang dihasilkan. Kenaikan harga beberapa komoditas seperti telur, cabai, dan daging ayam juga berkontribusi terhadap terjadinya inflasi di Indonesia.
2. Deflasi
Pada September tahun 2019, Badan Pusat Statistik mencatat bahwa Indonesia mengalami deflasi mencapai angka 0,27%. Kondisi ini terjadi akibat sebagian besar harga komoditas makanan dan bumbu-bumbu seperti cabai rawit, ayam, cabai merah, dan telur menurun. Ada 82 kota di Indonesia yang terkena dampak penurunan harga tersebut.
KESIMPULAN
Inflasi adalah proses kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan berkelanjutan, yang mengurangi daya beli masyarakat dan nilai mata uang. Penyebab inflasi meliputi peningkatan permintaan, biaya produksi yang lebih tinggi, dan kebijakan moneter yang longgar. Sebaliknya, deflasi adalah penurunan harga barang dan jasa yang meningkatkan daya beli uang, tetapi dapat menyebabkan pengangguran dan perlambatan ekonomi. Penyebab deflasi termasuk penurunan permintaan agregat dan kebijakan moneter ketat. Keduanya memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian, memerlukan kebijakan moneter dan fiskal untuk mengatasinya.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.ocbc.id/id/article/2021/04/13/apa-itu-deflasi
https://berkas.dpr.go.id/pusaka/files/info_singkat/Info%20Singkat-XVI-15-I-P3DI-Agustus-2024-219.pdf
https://djpb.kemenkeu.go.id/kppn/lubuksikaping/id/data-publikasi/artikel/3145-mengenal-deflasi-dan-inflasi-serta-pengaruhnya-terhadap-perekonomian.html
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Deflasi
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Inflasi
https://www.liputan6.com/hot/read/5738196/perbedaan-deflasi-dan-inflasi-yang-perlu-diketahui-lengkap-dengan-penyebabnya?page=3

0 Komentar